146 Rekening Ditemukan Polri Saat Memberantas Situs Judi Online
Januari 2, 2014

146 Rekening Ditemukan Polri Saat Memberantas Situs Judi Online

By ariko

Polisi nasional telah menemukan 146 rekening bank yang terkait dengan situs perjudian online. Brigadir Jenderal Paul. Arief Sulistyanto, Direktur Tindak Pidana Keuangan Khusus Bar es krim Polly, mengatakan semua akun itu berasal dari 141 situs judi online yang ditemukan polisi sepanjang tahun ini.

“Setelah ditemukannya rekening-rekening tersebut, ternyata nilainya 8,81 miliar riyal,” kata Arif dari Bareskrim Polri, Selasa (31/12/2013).

Menurut Arif, Polri bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPTK) berhasil melacak asal rekening bank tersebut. PT Bank Mandir memiliki 53 rekening dari TBK, PT Bank memiliki 87 rekening dari Central Asia TBK dan PT Bank Negara memiliki 6 rekening dari TBK Indonesia.

http://www.qqomega.org/
ilustrasi

Cabang dari rekening tersebar di beberapa kota. Dari jumlah tersebut, 88 berada di Jakarta, 15 di Sumatera Utara, 11 di Jawa Barat dan 11 di Jawa Timur.

Setelah mengetahui lebih banyak informasi ke masing-masing bank, 90 alamat merupakan hipotesis pembuka akun, 10 diantaranya benar tetapi pembuat akun tidak diketahui dan 46 akun sisanya masih dalam penyelidikan. “Kami datang dan mencari alamat satu per satu. Untuk saat ini kami mengunjungi 100 alamat,” katanya.

Arif sejauh ini mengaku telah menemukan admin dan orang di balik situs online tersebut. Untuk diproses secara hukum. “Dari 8,81 miliar riyal uang tunai yang ditemukan, jika Mahkamah Agung mengutip aturan, rekening bisa diblokir dan dananya disita negara,” ujarnya.

Arif menambahkan, banyaknya pemegang virtual account dalam hal ini menunjukkan perlunya sistem validasi yang lebih baik untuk menerapkan perbankan. “Penjahat menggunakan perbankan untuk kejahatannya. Diperlukan pengalihan untuk memastikan validitas nasabah dalam membuka rekening,” katanya.

Polri akan segera bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengusut tindak pidana di industri keuangan perbankan dan nonperbankan. “Untuk mengurangi tindak pidana yang memecah belah industri keuangan, kami berharap kerjasama ini dapat menciptakan solusi yang tepat untuk diterapkan,” ujarnya.

Sumber: solopos.com