3 Pelaku Judi Online Pengajak Anak Sekolah Diamankan Ditreskrimum Polda Maluku
Juli 15, 2020

3 Pelaku Judi Online Pengajak Anak Sekolah Diamankan Ditreskrimum Polda Maluku

By ariko

Liputan dari Republika.co.id 15 Juli 2020 menginformasikan bahwa Ditreskrimum Polda Maluku berhasil meringkus tiga pelaku judi online yang berinisial FW 28 tahun, ZK 46 tahun, dan ZD 52 tahun. Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda di Ambon. Kasus ini terungkap berkat adanya informasi dari masyarakat. Laporan masyarakat langsung diterima lalu Kapolda Ambon, Irjen Baharudin Djafar, memerintahkan beberapa anak buahnya untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Apabila terbukti ada praktik perjudian online, petugas langsung melakukan penangkapan. 

Praktik judi online di Kota Ambon semakin merajalela. Siapa saja menjadi target dari adanya praktik ini, termasuk anak-anak sekolah. Tentu saja hal ini membuat para orang tua siswa sangat resah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyelidikan lebih dalam lagi untuk kemudian dilanjutkan dengan upaya pemberantasan. Kombes Sih Harno selaku Direktur Reskrimum Polda Maluku, yang saat itu didampingi oleh Kombes M Roem Ohoirat selaku Kabid Humas Polda Maluku, menjelaskan bahwa ketiga pelaku kini diamankan. Demikian juga dengan beberapa item barang bukti. 

Baca juga: Gadis Cantik Berusia 12 Tahun Tertangkap Saat Berjudi di Kasino Australia

Barang bukti yang berhasil disita oleh petugas antara lain uang tunai sebesar Rp. 391.000, dua unit handphone, dua buah kartu ATM Mandiri, dan satu buah buku tabungan. Salah satu tersangka, yaitu ZD, berhasil diamankan di sebuah warung di area pasar lama di Kota Ambon pada hari Sabtu 11 Juli. seharian kemudian, giliran ZK yang diringkus di sekitar Kantor BNI 46 Cabang Kota Ambon. Sementara itu, tersangka FW diciduk di Jalan Melati, Kota Ambon. 

Modus operandi yang digunakan oleh ketiga pelaku yaitu dengan cara mendaftarkan diri di sebuah situs judi online. Atau dengan cara mengunduh sebuah aplikasi judi online untuk kemudian mentransfer sejumlah uang sebagai deposito. 

bandar ceme
ilsutrasi judi online

Selanjutnya, para pelaku ini mulai merekap nomor-nomor yang telah dipertaruhkan oleh warga yang telah menjadi pemain judi. Setelah diusut lebih dalam lagi, ketiga tersangka ini rupanya berperan sebagai sub-agen yang masing-masing mendapatkan keuntungan 20%. Ketiganya tetap akan mendapatkan keuntungan sebesar 20% meski nomor-nomor yang tersedia tidak jadi dipasang oleh para pemain.

Ketiga tersangka melakukan pemasangan nomor togel secara online, sedang proses penyetoran taruhan uang dilakukan secara manual dan konvensional. Akibat perbuatannya ini, ketiga tersangka terancam hukuman kurungan penjara paling lama 10 tahun karena terbukti telah melanggar Pasal 303 ayat 1.