Contoh Produk Kemasan Makanan Ringan
Januari 5, 2021

Contoh Produk Kemasan Makanan Ringan

By ariko

Produk kemasan makanan ringan saat ini sangatlah bervariasi. Berbagai inovasi dilakukan agar membuat tampilan kemasannya menjadi menarik seperti standing pouch contohnya. Ada beberapa contoh produk kemasan makanan ringan yang biasa digunakan.

Makanan ringan sendiri bisa dikategorikan sebagai makanan yang dimakan untuk selingan dan tidak memberikan efek kenyang. Maka, jenis kemasannya pun juga menyesuaikan dengan jenis makanan ringannya. 

Selain bertujuan untuk mewadahi, produk kemasan makanan ringan juga memiliki pengaruh yang cukup besar untuk meningkatkan minat pembeli untuk peluang usaha lho.

Ada banyak sekali bentuk dan contoh produk kemasan makanan ringan. Sementara itu, ada beberapa jenis bahan yang biasa digunakan. Apa saja contoh produk kemasan makanan ringan?

Jenis Bahan Kemasan Makanan Ringan

Jenis Bahan Kemasan Makanan Ringan

Sebagai representasi makanan ringan, maka bahan/material kemasan pun perlu diperhatikan kualitasnya. Ada beragam jenis bahan kemasan makanan ringan yang tersedia di pasaran. Secara umum jenis material kemasan adalah:

  1. Plastik
  2. Kertas
  3. Aluminium foil
  4. Kaleng
  5. Sterofoam 

Kelima bahan tersebut merupakan bahan yang paling banyak ditemui sebagai kemasan makanan ringan. Apa saja karakteristik masing-masing jenis bahan kemasan makanan ringan ini?

Kemasan Plastik 

Salah satu jenis material yang sering digunakan oleh penjual/produsen makanan ringan adalah plastik. Ada banyak alasan mengapa material ini banyak dipilih produsen, salah satunya murah. 

Penggunaan material plastik cukup populer digunakan sebagai kemasan makanan ringan. Bagi produsen penting untuk mengetahui jenis plastik sehingga dapat memilih kemasan yang aman buat konsumen. Misalnya saja Polietilen (Polyethylene, PE).

Jenis kemasan ini paling banyak ditemukan di pasaran sebagai pembungkus makanan. Bahkan, hampir semua produk makanan tidak terlepas dari jenis ini.

Beberapa contoh produk kemasan makanan ringan ini misalnya menggunakan standing pouch. Standing pouch merupakan wadah yang bisa berdiri tegak sehingga menjaga kualitas makanan tetap baik.

Kemasan Makanan Kertas 

Jenis material kedua yang populer digunakan untuk kemasan produk makanan ringan (snack) adalah kertas. Untuk mengemas makanan sebaiknya gunakan material kemasan kertas yang food grade. Penggunaan ini sudah banyak dilakukan sehingga masyarakat sudah tidak asing lagi.

Dibandingkan plastik, kemasan plastik dinilai lebih aman untuk lingkungan karena lebih mudah hancur. Salah satu aplikasinya adalah kemasan French fries. Camilan dari kentang ini menggunakan wadah dari kertas.

Penggunaan Kemasan Kaleng 

Kaleng kerap dijadikan sebagai kemasan produk makanan ringan seperti kue kering. Biasanya bahan kaleng dilapisi dengan timah putih agar tidak berkarat. Jika tidak dilapisi maka kaleng akan mudah berkarat yang tentunya akan mencemari makanan yang dibungkus di dalamnya. 

Beberapa makanan lain yang dibungkus dengan menggunakan kaleng adalah manisan atau asinan. Tujuan dari pemilihan material ini adalah menjaga kualitas makanan agar tetap terjaga dengan baik. Beberapa makanan ringan lain yang menggunakan kaleng sebagai kemasan adalah keripik. 

Penggunaan kaleng untuk wadah keripik bertujuan agar keripik tidak rusak dan hancur, sehingga bentuknya akan terjaga dengan baik.

Kemasan Alumunium Foil

Penggunaan alumunium foil untuk mengemas makanan ringan masih jarang ditemukan. Hal ini karena dinilai kurang praktis dan harganya mahal. Biasanya alumunium foil digunakan untuk membungkus makanan berat.

Kemasan Sterofoam 

Jenis material lainnya yang sering dipakai untuk mengemas makanan ringan adalah sterofoam. Sterofoam merupakan kopolimer styrene, yakni pengembangan dari polistiren. Penggunaan stereofoam sangat tidak dianjurkan karena memiliki tingkat polusi atau sampah yang tinggi.

Tingkat degradasi sterofoam memakan waktu yang cukup lama sehingga membuat sampah semakin banyak di bumi. Meski praktis dan fungsional, penggunaan material ini lebih baik dihindari dan memilih jenis bahan yang lain.

Baca juga: Pembaruan Aplikasi dan Sistem Operasi Pada Apple

Syarat Label

Selain memperhatikan bahan kemas, produsen makanan ringan sebaiknya juga paham tentang syarat label kemasan. Berikut ini adalah hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat label kemasan produk: 

  1. Mencantumkan nama atau brand makanan ringan yang dipasarkan. 
  2. Mencantumkan informasi berat bersih dari makanan yang ringan yang dijual
  3. Informasi detail mengenai siapa produsen dan atau distributor. 
  4. Menyampaikan informasi komposisi produk secara detail. 
  5. Mencantumkan legalitas, seperti perizinan PIRT untuk makanan ringan hasil UMKM serta label Halal dari MUI. 
  6. Menginformasikan tanggal kadaluarsa. Produk makanan memiliki umur simpan tertentu. 
  7. Mencantumkan kode produksi. Kode ini berguna bagi perusahaan untuk melacak produk pada saat produksi. 
  8. Desain kemasan tidak boleh asal-asalan. Contoh label makanan yang menarik merupakan ujung tombak penjualan. Bila anda membuat kemasan yang tidak memenuhi syarat, maka bisa jadi produk anda dilarang beredar (bahkan ditarik dari peredaran) oleh dinas terkait seperti Badan POM.

Dalam memilih kemasan untuk produk makanan ringan tentu saja harus memperhatikan banyak hal tersebut. Pemilihan produk kemasan ringan yang tepat juga mampu menjaga kualitas makanan ringan. Mana yang menjadi favoritmu?