Tata Cara Menjadi Penerjemah Tersumpah Yang Diakui Hukum

Tata Cara Menjadi Penerjemah Tersumpah Yang Diakui Hukum

Jika ingin menjadi penerjemah yang diakui, kita perlu mempelajari caranya dengan seksama. Pasalnya, jalan untuk menjadi penerjemah tersumpah tidaklah semudah menjadi penerjemah bahasa atau reguler.

Ada beberapa aturan, syarat, serta tes untuk dapat terdaftar sebagai penerjemah yang legal dan memiliki nama. Sebab, hasil terjemahan akan berlaku secara global, sehingga yang harus melakukannya adalah orang yang hebat tentunya.

Cara Menjadi Penerjemah Tersumpah Legal

Lantas, apa yang pengertian penerjemah tersumpah? Secara sederhana, penerjemah tersumpah adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menerjemahkan bahasa dengan mengambil sumpahnya.

Menurut Permenkumham No.29 Tahun 2016 pasal 11 ayat 1 dan 3, pengambilan sumpah dilakukan oleh Menteri atau Kepala Kantor Wilayah. Pelaksanaannya, paling lambat 60 hari setelah penerbitan surat keputusan pengangkatan penerjemah tersumpah.

Untuk mengetahui cara menjadi penerjemah tersumpah yang bersertifikat resmi, berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Lengkapi Persyaratan

Tata cara menjadi penerjemah tersumpah yang pertama adalah dengan memastikan bahwa semua persyaratan wajib sudah lengkap. Kelengkapan ini harus sudah ada sebelum memutuskan untuk mengikuti ujian kualifikasi penerjemah tersumpah.

Sebab, kekurangan dokumen dapat menghambat pendaftaran atau bahkan proses ujian. Oleh karena itu, pastikan beberapa persyaratan berikut ini sudah siap:

  • Mengisi formulir pendaftaran.
  • Fotokopi dari ijazah pendidikan terakhir
  • Curiculum vitae atau CV
  • Fotokopi identitas diri atau Kartu Tanda Penduduk
  • Pasfoto 4 x 6 sebanyak 2 lembar per bahasa
  • Pasfoto 2 x 3 sebanyak 2 lembar bagi yang ingin membuka praktik atau bisnis Penerjemah Tersumpah
  • Surat Perhomonan yang resmi kepada Gubernur
  • Surat keterangan ketrampilan penerjemahan jika ada
  • Contoh hasil terjemahan
  • Bukti tranfser biaya pendaftaran

Baca juga: Lakukan Ini Agar Anak Anda Tidak Terjerumus Judi

Cara-cara Untuk Menjadi Penerjemah Tersumpah Legal

2. Membayar Biaya Pendaftaran

Cara menjadi penerjemah tersumpah yang kedua adalah membayar biaya pendaftaran. Ujian kualifikasi penerjemah tersumpah ini hanya ada satu kali dalam setahun, sementara pendaftarannya hanya buka pada bulan September sampai dengan Oktober.

Selain mengisi formulir dan melengkapi persyaratan, cara menjadi penerjemah tersumpah juga mewajibkan peserta untuk membayar biaya pendaftaran. Biaya tersebut umumnya berkisar antara 1.5 juta rupiah untuk kualifikasi bahasa daerah, dan 1.7 juta rupiah untuk kualifikasi bahasa asing.

Pembayaran tersebut dengan cara transfer ke rekening yang tersedia. Bukti transfer tersebut harus terlampir ke dalam formulir pendaftaran.

3. Ikuti Tes Kualifikasi

Setelah melakukan pendaftaran, pihak penyelenggara akan mengirimkan surel balasan terkait informasi pelaksanaan dan cara tes menjadi penerjemah tersumpah. Untuk daerah Jakarta, ujian kualifikasi biasanya diadakan di Universitas Indonesia yang berada di Depok.

Saat ini, peserta ujian menjalani tes dengan memanfaatkan teknologi komputer, yaitu menggunakan Microsoft Word. Namun, saat pelaksanaan peserta tidak boleh menggunakan perangkat elektronik milik pribadi, seperti tablet, handphone, maupun laptop.

Peserta hanya boleh membawa kamus atau materi pendukung jenis lain, tetapi dalam bentuk cetak. Berikut adalah beberapa tes kualifikasi dalam cara menjadi penerjemah tersumpah:

a. Pemahaman Kode Etik Penerjemah

Tahapan pertama dari ujian kualifikasi, yaitu peserta wajib mengerjakan satu soal dengan tema “Pengejawantahan Kode Etik dan Kode Perilaku HPI”. Tes ini berupa esai yang berisi tentang sudut pandang peserta dalam menghadapi permasalahan penerjemahan.

Namun, isiulasan bukanlah masalah pribadi saat proses penerjemahan, melainkan masalah yang bersangkutan dengan kode etik yang berlaku. Dari ulasan ini, penilai akan mengetahui sejauh mana pengetahuan, pemahaman, serta penerapan kode etik dari para peserta.

b. Kemampuan Terjemahan

Tahapan kedua dari cara menjadi penerjemah tersumpah adalah tes kemampuan terjemahan. pada saat ini, semua peserta wajib untuk mengerjakan dua teks terjemahan yang berbeda jenis.

Begini Cara Menjadi Penerjemah Tersumpah

Pertama, yaitu teks wajib dengan tema umum. Peserta boleh menerjemahkan teks jenis apapun, tidak ada batasan khusus. Kedua, yaitu teks pilihan yang temanya sudah panitia siapkan. Peserta cukup memilih satu dari dua pilihan yang ada.

Pada setiap teks akan ada translation brief (petunjuk penerjemahan) khusus yang harus menjadi perhatian. Peserta harus benar-benar jeli dan jangan sampai ada yang terlewatkan satu pun, karena akan memengaruhi penilaian.

Waktu untuk menyelesaikan tes kualifikasi tersebut kurang lebih selama 3 jam atau 180 menit. Tak perlu risau, karena akan ada 3 kali sesi istirahat untuk para peserta. Meskipun demikian, siapkan mental dan fisik dengan baik sebelum mengikuti ujian.

4. Penilaian

Setelah peserta selesai mengerjakan tes, maka penilai akan melanjutkan cara menjadi penerjemah tersumpah dengan melakukan penilaian. Prosesnya secara blind marking, yaitu pihak penilai tidak akan mengetahui hasil tes tersebut atas nama siapa.

Hal ini untuk menjunjung tinggi keadilan, menghindari keberpihakan, serta tindak kecurangan. Sementara itu, penilaian akan menggunakan sistem yang American Translators Association atau ATA.

Oleh karena itu, sangat wajar jika tes kualifikasi ini cukup sulit. Selain standar yang cukup tinggi, jumlah maksimal pinalti kesalahan peserta hanya sebesar 36 poin saja untuk naskah 1000 kata.

5. Pengumuman

Cara menjadi penerjemah tersumpah yang selanjutnya adalah menunggu hasil penilaian. Melalui surel penyelenggara akan mengumumkan hasil ujian ke alamat email masing-masing peserta.

Peserta yang lulus adalah peserta yang mendapatkan nilai A atau minimal 80. Mereka akan mendapatkan Sertifikat Profesi Penerjemah yang keluaran Himpunan Penerjemah Indonesia dengan gelar Penerjemah Bersertifikat HPI.

6. Pengajuan Permohonan Pengangkatan

Setelah mendapatkan Sertifikat Profesi Penerjemah, peserta dapat mengajukan permohonan pengangkatan penerjemah tersumpah. Cara menjadi penerjemah tersumpah ini merupakan langkah terakhir untuk menjadi penerjemah legal.

Dokumen-dokumen Tambahan

Meski demikian, sertifikat tersebut harus dilengkapi dokumen pendukung yang lainnya. Ada pun dokumen itu adalah

  • Fotokopi identitas diri atau Kartu Tanda Penduduk
  • Fotokopi NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak
  • Surat keterangan sehat asli
  • Surat pernyataan bebas dari kasus pidana
  • Pernyataan bahwa tidak sedang berstatus sebagai pegawai negeri, advokat, atau kedudukan lain yang melarang perangkapan jabatan
  • Surat kuasa, dan lain-lain

Surat-surat permohonan tersebut ditujukan untuk Menteri dan kena biaya yang sudah tercantum. Pemeriksaan data akan panitia lakukan dalam maksimal 3 hari sejak surat permohonan mereka terima.

Jika ada persyaratan yang kurang lengkap, maka dokumen akan merekqa kembalikan kepada pemilik. Setelah itu, dokumen tambahan maksimal 30 hari sejak pengembalian dokumen. Jika tidak, maka mereka akan menolak surat permohonan itu.

Jika persyaratan lengkap dan sesuai dengan ketentuan, maka Menteri akan mengeluarkan surat keputusan pengangkatan penerjemah. Surat inilah yang akan dijadikan dasar proses pengambilan sumpah si penerjemah.

Demikian urutan dan tata cara menjadi penerjemah tersumpah yang legal dan diakui hukum. Semoga bermanfaat dan dapat memandu kalian yang ingin mewujudkan cita-cita menjadi penerjemah.