November 27, 2020

Sugiyanto Warga Patuk Dibunuh Oleh 2 Mahasiswa Yang Kalah Judi Online

By ariko

Motif pembunuhan Sugianto kini terungkap oleh MA (23) dan DL (23). Tak hanya pembunuhan, tapi juga jasad dua mahasiswa berusia 50 tahun yang ditelantarkan di kawasan Jalan Jogja-Wonosari beberapa hari lalu.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Yogyakarta Combus Paul Burkan Rudy Satria DL Gedongtengen, warga asli Kota Yogyakarta, M.A. Dia mengatakan, tersangka adalah warga asli Bangumtapan, Bangul.

“Jadi tujuannya karena kita ingin mengambil uang korban. Tapi, ada kekerasan yang disertai penyitaan, ”ujarnya kepada Mabes Polri Yogyakarta, Jumat (27/11/2020).

situs togel online

Saat diperiksa, keduanya mengaku gagal berjudi dan kehilangan 8 juta riyal dalam satu hari.

Namun, karena tergoda mencari uang cepat, mereka dengan kasar menyusul Sugianto.

Kedua tersangka merupakan penyedia layanan top up game online. Jika tidak mendapat penggantinya, maka kebutuhan mereka akan terhambat, termasuk penyampaian jasanya kepada pelanggan, ”kata Burken.

Di hari kejadian, Rabu (11/11/2020), Burken menjelaskan bahwa kedua pelaku berencana meminjam uang dari seseorang di kawasan Babarsari, Sleman. Namun, sebelum berangkat ke lokasi, kedua tersangka dan beberapa temannya meminum alkohol.

Kedua laki-laki tersebut sudah memiliki senjata tajam yang dipinjam dari pisau bayonet dan membawa alat tersebut dalam perjalanan ke Babarsari.

“Namun kenyataannya, kedua tersangka mencari uang lewat perampokan. Penyitaan dengan kekerasan ini sudah direncanakan oleh tersangka MA sejak awal, ”imbuhnya.

Keduanya tiba di Jalan Jogja-Wonosari KM22 dan bertemu dengan Sugiarto, korban yang sedang berkendara sendirian.

Tanpa pikir panjang, kedua tersangka langsung berbalik mengejar korban. Mereka terus mendorong hingga kendaraan pria itu jatuh, ”ulang Burkan.

Pelaku berusia 18 tahun yang berada di bawah pengaruh alkohol ditusuk di tubuh korban dengan sangkur.

Setelah korban tidak berdaya, korban membawa 1,5 juta riyal di tasnya dan dompet korban serta Rs 180.000.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban ditemukan memiliki luka terbuka di lengan kanan, lengan kiri, dada kanan, dan dagu.

Burkan menambahkan bahwa keduanya berada di bawah pengaruh alkohol pada saat kekerasan terjadi dan sulit untuk mengendalikan diri.

Kombes Pol Yulianto, Kabid Humas Polda Yogyakarta, mengungkapkan. Dalam kejahatan ini, DL berperan sebagai joki dan ikut serta menyiksa korban.

Penangkapan terdakwa dimulai dengan laporan penemuan jasad seseorang. Jalan Jogja – Wonosari KM 22, Desa Karangsari, Kapanewon Patuk , Gunungkidul.

Tim Jatanras Polda DIY dan Gunungkidul Polaris yang menerima laporan tersebut langsung melakukan penyidikan. Dengan menggunakan informasi lapangan dan beberapa keterangan saksi, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku yang membunuh korban yang bekerja sebagai karyawan di warung sop bersenjata itu.

Polisi bisa melacak keberadaan perampok tersebut, salah satunya berdasarkan riwayat pembelian alkohol di Yogyakarta.

Sehari setelah kejadian, polisi mendapat informasi bahwa keduanya telah melarikan diri ke kediaman terpidana DL di Bandung, Jawa Barat.

“Petugas langsung mengejar Bandung di Jawa Barat. Keduanya ditangkap pada Jumat (20/11/2020) tanpa protes, ”ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan keduanya, terdakwa yang bekerja sebagai penyedia jasa game top up online ini tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Tujuan kedua pria itu adalah merampok karena mereka ingin mendapatkan uang dengan cepat. Mangsa itu dicari secara acak. Uang hasil sitaan itu digunakan untuk perjalanan dan makan ke Bandung. Belilah rokok dan alkohol, ”katanya.

Untuk dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka, mereka dijatuhi hukuman 15 tahun penjara berdasarkan Pasal 365 dan 338 KUHP.

Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah ditemukan berlumuran darah pada Rabu (11/11/2020) pagi (11/11/2020) pagi di Jalan Jogja-Wonosari KM22, Padukuhan Karangsari, Kapan Conan Patuk, dan Gunung Kidul. Jenazah ditemukan dengan bekas senjata tajam di beberapa bagian tubuh.

Saat ditemukan, korban mengenakan helm serba putih dan jaket hitam, serta jasad korban berada tidak jauh dari restoran Terrace Patuk atau Jembatan Besi Patuk. Sebuah sepeda motor ditemukan di dekat tubuh korban.

Sumber: jogja.suara.com